I'AM ALONE

I'AM ALONE

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Aku memiliki segalanya, aku cantik, cerdas, punya banyak teman dan harta yang melimpah. Satu hal yang tidak kumiliki adalah kasih sayang. ~Nabila Quelle Pratama~ Sejak kecil orangtuaku selalu memanjakan ku, aku selalu mendapat semua yang kuinginkan. Dan pada saat aku melihat 'dia' aku menginginkannya karena semua yang kuinginkan pasti kudapatkan. ~Alexandra Frains Jerms~ Awalnya aku menyayanginya sebagai seorang adik tapi, perlahan-lahan aku mulai mencintainya. Aku ingin bersamanya dan memilikinya. ~Guardio Nornnel Staint~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Fall "Love will remember" 🔚
  • Boomerang ( Completed )
  • Bermain dengan takdir
  • Originated From The Fake Boyfriend
  • Fall For You
  • Don't Worry About Me! [UDAH GA DI LANJUT LAGI! ]
  • ONE MORE TIME
  • Rasa
  • The Freaky Friend's

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines