Tegami
  • WpView
    Reads 59,707
  • WpVote
    Votes 5,737
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 7, 2021
WpInfo
Fanfic
"Andai aku bisa. Aku akan berhenti sekejap hanya untuk melihatmu tersenyum. Andai aku bisa, namun sayangnya aku tidak bisa." Kalimat itu tertulis di selembar kertas tua yang sudah kusam. Tulisannya pun sudah hampir memudar. Namun Gempa tau pasti siapa pemilik tulisan yang tak begitu rapi tersebut. Ia tau, dan karna itulah air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.
All Rights Reserved
#1
elementalsibling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • Boboiboy Solar_You Never Know
  • Lost Emotions AU
  • The Possession [END]
  • Cursed Dreams
  • The Smallest Brother
  • si Sulung & si Bungsu
  • Mata Perak [Boboiboy Solar]
  • Santet [TAMAT]

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines