You Promised [END]

You Promised [END]

  • WpView
    Reads 6,104
  • WpVote
    Votes 510
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 22, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[SELESAI] "Sempat tersirat dalam benak ku bagaimana aku bisa menjalani semuanya tanpa memikirkan kedepan nya? Bagaimana bisa otak ku tidak mampu mencerna bagaimana yang terbaik untuk diri ku atau pun untuk orang yang aku cintai. Tuhan apa yang harus aku lakukan?" -LeoArkaPrasetya "Bisakah aku memilih bagaimana jalan cerita hidup ku? Bisakah aku mengatur apa yang boleh ada dan tidak boleh ada di kehidupan ku? Tuhan jika benar takdir mu adalah yang terbaik. Aku akan coba untuk menaklukan takdir mu itu sendiri. Tuhan kau sudah terlalu baik. Takdirkan lah dia untuk ku." -AgathaResyanata "Takdir tuhan selalu menjadi kerahasian nya tersendiri. Begitu juga dengan takdir ku. Sedikit pun aku tidak pernah berfikir bagaimana ini bisa terjadi. Tuhan jika memang ini yang terbaik. Permudahkan lah aku. Simpan lah hati nya untuk ku tuhan" -RakaSamudraWijaya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Semu [Completed]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • This Love
  •  Love Story Karin [End]
  • Antara  [End]
  • Is There Hope [Completed]

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines