Believe Me

Believe Me

  • WpView
    OKUNANLAR 2,113
  • WpVote
    Oylar 604
  • WpPart
    Bölümler 24
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Tem 3, 2017
WpInfo
Kurgu
Romantik
"Gak ada pemandangan indah selain ngeliat lo dari kejauhan, gak ada nyanyian indah selain mendengarkan lo bicara dan gak ada penyesalan karena udah mengenal diri lo" Begitulah batin Rena saat suara Deryll terngiang di pikirannya. "Kalo udah putus ya putus aja kali mb!" ucap Deryll dengan ketus. "Lo bego apa tolol si? Selama ini gua disini nungguin lo njir" ucap Kelvin dengan tampang polos polos bego. #945 dalam TeenFaction [30/02/2017] #895 dalam TeenFaction [8/03/2017]
Tüm hakları saklıdır
#73
me
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • Should be Remember
  • My Honey (Hoonsuk)
  • DAYANA
  • Pacar Kontrak | SELESAI |
  • Dear You
  • Just The Two of Us [End]

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi