Story cover for Esok by xlyntn
Esok
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Feb 23, 2017
'Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Tapi dia juga yang menyakitiku. Sejahat apapun dia aku tetap mencintainya' -Albinka Amanda Andromeda, 17 tahun.

'Aku menyanyanginya. Tapi aku juga menyakitinya dan tak ingin meninggalkan orang yang aku sayangi. Tapi apakah bisa semua berakhir seperti apa yang aku mau?' -Reyzka Rizandi Tirta, 17 tahun.

Apakah hanya sekedar rasa penasaran semata? Atau pada akhirnya timbul masalah besar?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Esok to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Revenant: Kuntilanak Penyelamat by mrcoyman
11 parts Complete
Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?
You may also like
Slide 1 of 10
TOXIC! cover
Masih Seorang Manusia cover
Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓ cover
Andira [End]  cover
Sincerely, Milan cover
Alfaran cover
coward cover
ALEAGAS [END] cover
Stupid Cupid cover
Revenant: Kuntilanak Penyelamat cover

TOXIC!

7 parts Ongoing

13 orang yang terikat dalam hubungan pertemanan tapi tidak mau jika mereka di sebut teman, katanya mereka adalah keluarga. Pertemanan yang selalu mereka jaga bukan hanya satu dua hari ini hancur karena satu kata yang katanya, jika kita merasakannya akan membuat bahagia, makan tempe serasa sate, satu kata itu adalah CINTA. Problem yang sangat wajar jika mereka mau membagi kepada temannya, tapi apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui sebuah fakta yang sangat mencengangkan tentang teman kalian bukan dari mereka itu sendiri?? Melainkan dari orang lain. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan atau membiarkan retakan kecil ini menghancurkan semuanya. Apakah "keluarga" yang mereka banggakan masih bisa dipertahankan? Atau inilah akhirnya? Sebuah kisah tentang persahabatan, pengkhianatan, dan cinta yang datang di waktu yang salah. "Ma- ksudnya gi- mana kak" "Lu nggak jujur tentang semuanya sama kita dan kita tau lengkapnya dari orang lain , susah kalo mau percaya lagi" "Ma- aaf kak" "Boleh nggak kita.... egois satu kali ini aja, k-kita juga butuh waktu buat nerima ini semua"