BULIR CINTA DI AKHIR CERITA

BULIR CINTA DI AKHIR CERITA

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Kriiiing....kriiing....kring....aku tiba - tiba tersentak mendengar dering alarmku. Aku langsung terjaga, aku begitu terkejut sekali saat menyadari aku sudah berada di tempat tidur.Apa aku udah punya kebiasaan baru, jalan sambil tidur.... Mmm gak mungkin...Haah...yang membuat aku lebih terkejut lagi, Dia tidur disampingku...Apa aku salah kamar yach....aku kemudian bangkit. Rupanya gerakanku tadi membuat dia terjaga. "Maaf Mas, saya membangunkan..."sembari akan meninggalkannya. Tapi kurasakan tanganku tertahan oleh cengkraman tangannya. " Kamu mau kemana...?" E..saya mau pindah ke sebelah...maaf saya juga tidak tahu saya kok ada di sini...Maaf..." Kamu...saya yang memindahkan kamu ke sini..."Aku lalu membalikkan tubuhku, kemudian menatapnya dengan penuh tanda tanya. "Kalau kamu mau balik ke kamar sebelah yach...gak pa - pa, Liat aja tuch gelap banget...."Dia kemudian kembali merebahkan diri dengan posisi membelakangiku. Aku lalu melihat keluar...gelap banget, aku jadi takut...Lalu perlahan aku kembali ke tempat tidur dan berusaha kembali memejamkan mata.
All Rights Reserved
#500
care
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • AFTER TASTE✅️
  • Me and My World
  • My Little Monster - Completed
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Unexpected Love
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • [END] My First Love Lived Next Door

(Update Setiap Hari) "Aku ini istrimu, bukan hiasan rumahmu. Tolong, sekali saja, perlakukan aku selayaknya seorang istri," pinta Kirana dengan nada suara serak. "Memangnya, selama ini, aku memperlakukanmu dengan buruk? Tidak, 'kan?" Satya berujar dengan raut wajah datar. "Kamu tidak pernah menganggapku ada," Kirana menatap nanar Satya, "kita makan di meja yang sama, tidur di ranjang yang sama. Tapi ... kita seperti orang asing." Satya hanya diam. "Aku tahu kamu membenciku dan menikahiku hanya untuk balas dendam, 'kan. Kamu ingin melihatku terpuruk, kan?" "Bukan." "Lantas apa? Lagi pula, kamu mencintai wanita lain dan sampai saat ini, kamu masih berhubungan dengannya. Bahkan, banyak orang yang mengagumi hubungan kalian. Kenapa tidak menikah saja dengannya?" "Kalau bisa, pasti. Tidak usah mencampuri hidupku. Seharusnya, kamu bersyukur, aku mau menikahimu." *** -Salah satu hal yang menyakitkan itu, adalah ketika dirimu memiliki suami, tapi tidak memiliki kasihnya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines