KALAH
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 4, 2017
Tak cukup untuk dibilang cinta. Aku hanya lembaran kosong yang basah, angin yang akan merobek ku. Dia mencintai sahabat dekat ku, apa daya ku, aku hanya hujan yang akan kering karena mentari nantinya. Nasib ku? Aku hanya ditakdirkan untuk kalah. -- "Adwa, dimana Vika? Aku mencari nya, sekarang hujan, kau tau dimana dia?" Tanya Nata yang cukup panik. "Tidak, aku tak melihat nya " jawab ku kecut. " Oh oke, hey baju mu basah, dengan siapa kau pulang? Baik lah " ujar Nata berlalu. Aku hanya diam, tersenyum sinis. "Dia bersama teman temannya di perpus, dan aku basah menghampiri mu, kau tak memperdulikan ku? Hah, Aku lupa, kau menyukai nya " ucap ku dalam hati, aku hampir menangis, bukan! Aku sudah menangis, tapi hujan membantu ku bersembunyi --
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BREATHE
  • It's True Love With Ketos
  • You're Here, But Not For Me
  • Felicia> Januari With You
  • Lovakarta
  • Friend's Zone's
  • Fake Love
BREATHE

Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu, dimana kau bunuh kenangan kita dulu. Dan sungguh, aku tak akan pernah memberinya denyut nadi lagi. Hidup kembali, seperti tokoh fiksi di telivisi yang pernah kau tonton dulu, itu mustahil. Sebuah kenangan manis dan pait yang kuikat menjadi satu dalam sebuah tulisan. Aku pernah lupa rasanya jatuh cinta, hanya karena suatu kejadian yang tak pernah kuduga terjadi ada padaku. Sampai pada akhirnya, aku bertemu seseorang yang dapat membantuku mempercayai dan bisa mengartikan apa artinya cinta yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines