Story cover for BULAN by Amelllptr
BULAN
  • WpView
    LECTURAS 291
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 291
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado feb 24, 2017
~Bulan Aprillia~
Gadis lugu,cantik nan baik yang memiliki hidup bahagia namun setelah ayahnya pergi mamanya berubah menjadi seorang yang tempramental dan sering main fisik kepada bulan.
Paling anti sama yang namanya bintang.

Bintang 
Cowo blasteran,kepedean,gak pedulian. Paling anti dengan hal yang berhubungan dengan narkoba.
Punya  saudara kembar yang sifatnya kebalikan dia.
Paling suka gangguin bulan.

Kejadian demi kejadian kian makin mendekatkan dua insan tersebut, bisakah mereka bersama,Namun masih ada tembok tebal yang menghalangi hubungan mereka.
Bisakah mereka menghancurkan tembok tebal itu?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir BULAN a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#723bulan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Hai, Angkasa! [COMPLETED] de Nannqinatia
69 partes Concluida
"GUE SUMPAHIN LO SUKA SAMA GUE!" "Mimpi." __________________________________ Angkasa cuek, Starla hiperaktif. Angkasa tenang, Starla heboh. Angkasa realistis, Starla dramatis. Angkasa benci direpotkan, Starla hobi merepotkan. Bagi Angkasa, hidupnya sudah cukup tentram ... sebelum kesialan berwujud perempuan dengan suara yang nyaring datang dalam kehidupannya. Membawa hal-hal merepotkan yang paling Angkasa hindari. Mereka berdua sangat bertolak belakang, bagaikan langit dan bumi. Namun, mereka punya satu kesamaan, yaitu sama-sama memiliki rahasia yang tertutup rapat. Bersikap seolah mereka adalah manusia yang selalu bahagia. Hanya dalam hitungan hari, sosok Angkasa yang sebelumnya dicap 'menyebalkan' oleh Starla, langsung berubah menjadi 'pacar idaman' yang didambakan gadis itu. Masalahnya, apa Starla bisa meruntuhkan tembok kokoh di hati Angkasa? "HAI, ANGKASAAA!" "Bisa diem?" "Bisa. Tapi gamau." "Angkasa, rayap itu nyamuk, kan?" "Bodoh!" "Angkasa, jangan galak-galak. Nanti bucin sama gue baru tau rasa!" "Jangan kebanyakan halu." "Angkasa! Udah suka sama gue, ya?" "Iya." "SERI--" "Di mimpi lo." Highest Rank: #3 in Crazy girl (09/05/21) #3 in Angkasa (13/05/21) #5 in SMA (13/06/21) #1 in Starla (13/06/21) #2 in Coolboy (13/06/21) #4 in Dingin (13/06/21) #3 in Remaja (16/06/21) #6 in Roman (17/06/21) #3 in Populer (20/06/21) #1 in Angkasa (02/08/21) #3 in Sibling (23/09/21) #1 in Persahabatan (14/10/21) #2 in Fiksi remaja (15/12/21) #1 in Sweet (20/01/22) #2 in Friendzone (08/03/22) #3 in Teenfiction (28/04/22) #2 in Perjuangan (09/02/23) __________________________________ ❤️ Jangan lupa tambah ke library. ⚠️ Diharapkan follow sebelum membaca. ⚠️Jangan SIDER, gak baik. TENGKYUUUUUU AND SEE YOU!
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Memories in Moon cover
SELENOPHILIE [END] cover
Bulan & Bintang cover
BULAN [END] cover
Bulan dan Bintang  cover
(Antara) Bintang Bulan - [ABS 1]  cover
Hai, Angkasa! [COMPLETED] cover
Bulan Matahari cover
SELENOPHILE : RED MOONBOUND cover

Memories in Moon

13 partes Concluida

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?