Love You More

Love You More

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 3, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
kita yang selalu bersama sejak kita masih kecil, hingga kini kita telah arungi ribuan detik yang berharga bersama. Terasa ringan jika aku melakukan nya dengan mu. Kita yang mulai beranjak dewasa. Dan tentang persahabatan kita, apakah masih bisa kembali seperti dulu lagi? Apakah ada kesempatan untuk kita memperbaiki kesalahan kita? Dan agar kita dapat saling memahami satu sama lain lagi? Kamu yang mengerti aku. Lalu apa hanya karena kemunafikan cinta persahabatan kita ini hancur? Dimana dirimu yang dulu. Dimana jiwa ksatria yang selalu engkau tunjukkan kepadaku? Rasa yang selalu membuatku nyaman ketika aku berada disamping mu? Ribuan pertanyaan gila tentang persahabatan kita merasuk ke dalam pikiran ku saat ini. Akankah suatu hari nanti aku mendapatkan semua jawaban dari semua pertanyaanku? Hanya waktu yang bisa menjawab. Aku selalu berharap bahwa kau tidak akan pernah pergi dalam hidup ku dan selalu ada disisiku disetiap waktu. Love you more
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Full Of Scratches
  • My Boy Friend Is My Best Friend
  • Sekali Lagi (End)
  • Remaja
  • Sekian Kalinya [END]
  • Antara Jarak Dan Waktu

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines