BROKEN UP
  • WpView
    Membaca 140,568
  • WpVote
    Vote 10,452
  • WpPart
    Bab 30
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 25, 2025
Seri 1 BROKEN Blurb : Tuhan sedang bercanda dengan hidupku, aku yakin hal itu. Hingga detik ketika kata "sah" membahana, barulah aku sadar Tuhan tidak main-main. Semua peristiwa yang terjadi menyeruduk kalbuku yang terdalam, menggores luka teramat sakit, dan mendorongku jatuh sejatuh-jatuhnya. Tuhan, Engkau tidak sungguh-sungguh, kan? Masih bermain denganku, kan? *** Cover by Abiyasha ____ Ini versi sudah aku remake, ya. Biar lebih enak dibaca lagi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ABIAN HALA
  • Gone(✔)🔚
  • Step Backward
  • Patah (Telah Terbit)
  • Merindu Senja (LENGKAP-TAHAP REVISI)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • A Lost Love

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan