Di Balik Tembok Hijau

Di Balik Tembok Hijau

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2020
Sepulang sekolah, aku menyusuri jalan besar menuju ke rumah mungilku. Hidup di tengah daerah yang berkembang ini, di rumah mungil yang sebanding dengan ruangan OB di perusahaan di sekitar rumahku. Aku tidak pernah malu dengan keadaanku sekarang. Ayahku seorang supir angkutan umum dan ibuku tukang sapu sekolah. Aku dapat mengecap bangku SMA saat ini, karna ibuku memohon kepada sekolah tempatnya bekerja untuk memberikan bea siswa padaku. Ia mengatakan bahwa kejeniusan yang ku miliki akan sia-sia bila aku berhenti bersekolah cukup sampai SMP. Mereka menerima permohonan ibuku dengan syarat aku harus mampu mengharumkan nama sekolah tersebut. Jika aku tidak bisa maka tentu bea siswaku akan dicabut. Tentunya permohonan ibuku tidak ku sia-siakan. Nama SMA Harapan Kita terkenal di kotaku karena sering mendapatkan penghargaan Sains di negaraku. Baik olympiade secara soal atau eksperimen, namaku selalu terpampang di urutan pertama. Dan kini aku duduk di kelas XI.. (Nadira Alya)
All Rights Reserved
#57
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Kepentok Cinta guru Magang (tahap Revisi)
  • Danielza
  • Pak Dosen Vs Kakak BEM
  • Erlangga
  • Mahligai Sunyi
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • If It's You
  • Bendahara Kelas [Completed]
  • SEMESTA TAK MERESTUI

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines