1 parte Continúa "Tolonglah orang sebanyak mungkin. Agar nanti kau tidak kesepian saat kau tiada."
Itu nasihat terakhir Ibunya. Namun bagi Carla, bertahan hidup sendirian di kota yang bising ini saja sudah menghabiskan seluruh tenaganya. Terjebak dalam jeratan hutang, atasan yang manipulatif, dan kekasih yang parasit, Carla merasa dirinya hanyalah mayat hidup yang lupa caranya berhenti bernapas.
Hingga suatu malam, di sebuah taman bermain pukul sebelas, ia menemukan cerminan dari retakan jiwanya sendiri.
bocah dua belas tahun yang menolak pulang.
Di bawah lampu jalan yang redup, di antara ayunan yang berkarat, dua manusia beda usia ini menemukan satu-satunya tempat di mana mereka bisa jujur tentang rasa sakit. Ini bukan kisah tentang harapan yang tumbuh kembali. Ini adalah kisah tentang dua orang asing yang bergandengan tangan menuju pintu keluar.
Karena terkadang, akhir yang bahagia bukanlah tentang bertahan hidup, melainkan tentang berhenti merasa sakit.