kátharma

kátharma

  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 17, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Inilah saatnya aku merelakanmu, selayaknya hujan yang merelakan rintiknya terjatuh untuk menceritakan kisahku denganmu. Ada sebait memori disetiap tetesan yang membasahi tawa kita bersama. Mungkin perasaanku padamu masih ada, hanya terkubur gersang dan tandusnya hati, mungkin sebenarnya tak ada rasa yang benar benar mati, ia hanya menunggu dapat bertemu sang tuan kembali. Sepercik cerita yang kubuat untuk Fajar yang aku kasihi
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#17
loveletter
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Misunderstand
  • Behind Bullying [END]
  • Penantian
  • I Hate Rain
  • ALFIREN
  • About Is Love
  • Just a Little Closer [Completed✔️]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • REGRET
  • Nara [SUDAH TERBIT]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan