Priority

Priority

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 24, 2019
Kenyataannya, disini kalian gaakan nemuin cerita yang biasa kalian baca. Disini kalian cuma akan baca kisah seorang gadis yang selalu jadiin doi prioritas, dan berharap doi jadiin dia priorita juga. Tapi kenyataannya diliat aja engga hehee, kata orang-orang sih cinta itu harus diperjuangin, jadi disini gadis itu akan ceritain ke kalian tentang gimana gadis itu perjuangin si doi, dan selamat bahwa gadis itu adalah gue. -Senna Asla Veranda Cover by rainflape
All Rights Reserved
#111
mereka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bodyguard
  • [END] Circle
  • Our Times (Completed)
  • IN (your) SIDE - [√]
  • Ilusi
  • [TAENY] The Forgotten Me (completed)
  • PERFECT SLAVE (COMPLETED)✅
  • DEVIAN [END]
  • Need You
  • Prof. Independent (COMPLETED)✅
Bodyguard

Wajah cantik. Harta. Bahkan kedudukan. Aku memiliki semua itu. Tapi tetap saja, aku tak bisa menikmati hidupku yang singkat ini. Kau tahu mengapa? Itu semua karena kematian terus mengikutiku. Aku bisa saja mati terbunuh dimanapun dan kapanpun. Karena itulah selama ini daddy menyembunyikan identitasku bahkan hingga mengasingkanku jauh. Hidupku tak luput dari orang-orang berjas hitam rapi dengan tabung arkustik ditelinganya, dan aku tidak menyukai itu. Jika kebanyakan orang merasa aman karena bodyguard yang berada didekat mereka, maka aku adalah kebalikan dari itu. Aku selalu merasa takut, was-was dan merasa tak aman. Karena seseorang seperti mereka dimasa lalu, aku memiliki gangguan sex. Melakukan hubungan intim.. Atau bahkan berciuman.. Mustahil untuk bisa kulakukan. Tapi- Kemudian ajusshi datang membawa seorang bodyguard wanita. Dia memperlakukanku berbeda dengan bodyguard-bodyguard lainnya yang selalu bertingkah baik dan sopan. Dingin, ketus, dan juga berbicara banmal padaku itulah dia. Ah- dia benar-benar menyebalkan. Tapi meski begitu.. Dia begitu memperhatikanku, dia melindungiku dengan caranya. Dan entah sejak kapan.. Mengapa.. Dan bagaimana bisa.. Tapi saat bersamanya aku merasa begitu aman. Rasa takut dan was-wasku musnah begitu saja saat bersamanya. Aku.. Tidak memahami itu. Wae?

More details
WpActionLinkContent Guidelines