Mystic Diary: Her Side

Mystic Diary: Her Side

  • WpView
    Reads 6,415
  • WpVote
    Votes 491
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 2, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Kami tak pernah bertemu mata. Obrolan kami hanya sebatas sapaan ringan dalam sederet kata. Begitulah. Sebuah diary menghubungkan kami dengan cara yang aneh, tapi nyata. Aku menyukainya, sangat menyukainya. Yah, setidaknya begitu ... sampai kemudian aku menyadari bahwa aku mulai menjadi serakah. Menyadari bahwa yang kurasakan ... mungkin telah lebih dari sekadar "suka". Collab with @PhiliaFate. Mohon dibaca sepasang karena ceritanya saling melengkapi. :3
All Rights Reserved
#107
collaboration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Aku Dan Bintang [COMPLETED]
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • [2] Mate is Mine
  • MY MOODBOOSTER FROM AFRICA
  • [COMPLETED] 7 Days
  • [End] Behind The Color
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines