P.I.N.K
  • WpView
    LECTURAS 2,525
  • WpVote
    Votos 133
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 16, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
"Saat pertama kali Gue lihat Lo, entah kenapa ada suatu perasaan asing disana yang mengisi sebuah kekosongan. Hingga Lo menjadi orang pertama yang bisa membuat Gue untuk ngasih segalanya. Terutama kebahagiaan Gue" -Davin "Lo adalah satu-satunya orang yang bisa buat Gue benar-benar bangkit dari masa lalu. Dan bodohnya, Gue adalah satu-satunya orang yang mempunyai 1001 cara untuk membuat Lo terlihat lemah di depan Gue. Bukankah begitu?" -Ranz "Hai cinta pertama Gue. Apakah Gue harus berhenti dari cinta yang bertepuk sebelah tangan ini?" -Deren "Suatu saat nanti Gue akan hadir ke dunia Lo. Dan saat itu juga Gue bukan hanya imajinasi Lo" -Adna Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut mereka ketika mereka bertemu dengan salah satu perempuan batu di waktu yang berbeda.
Todos los derechos reservados
#412
ketuaosis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • FARZAA
  • KING BLACK
  • Memories.  (Sedang Dalam Proses Penerbitan Secara Indi)
  • Love Comes Only Once
  • The Story Of Aghea
  • Love & Enemy
  • ANELKA CALVARY
  • Tokoh Utama
FARZAA

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido