P.I.N.K
  • WpView
    Reads 2,525
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2019
"Saat pertama kali Gue lihat Lo, entah kenapa ada suatu perasaan asing disana yang mengisi sebuah kekosongan. Hingga Lo menjadi orang pertama yang bisa membuat Gue untuk ngasih segalanya. Terutama kebahagiaan Gue" -Davin "Lo adalah satu-satunya orang yang bisa buat Gue benar-benar bangkit dari masa lalu. Dan bodohnya, Gue adalah satu-satunya orang yang mempunyai 1001 cara untuk membuat Lo terlihat lemah di depan Gue. Bukankah begitu?" -Ranz "Hai cinta pertama Gue. Apakah Gue harus berhenti dari cinta yang bertepuk sebelah tangan ini?" -Deren "Suatu saat nanti Gue akan hadir ke dunia Lo. Dan saat itu juga Gue bukan hanya imajinasi Lo" -Adna Kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut mereka ketika mereka bertemu dengan salah satu perempuan batu di waktu yang berbeda.
All Rights Reserved
#153
goodgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANELKA CALVARY
  • Love & Enemy
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]
  • TENTANG SEPASANG
  • Memories.  (Sedang Dalam Proses Penerbitan Secara Indi)
  • Tokoh Utama
  • Pelangi Yang Pernah Ada
  • FARZAA
  • The Story Of Aghea
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines