[HUNHAN] WRISTBAND

[HUNHAN] WRISTBAND

  • WpView
    LECTURAS 582
  • WpVote
    Votos 57
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida dom, feb 26, 2017
"Hei, ada apa denganmu?" Luhan tampak marah karena dokter itu menariknya masuk kembali. "Kau beruntung aku tadi tidak membiarkanmu keluar." Ujar Sehun."Kau tidak lihat? di tangan kiri pria tadi ada gelang merah? Berarti dia sudah meninggal!" "Gelang merah?" tanya Luhan sambil menunjukkan tangan kirinya. "Maksudmu seperti ini?" lanjutnya.
Todos los derechos reservados
#80
drable
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Delapan Bayangan satu janji
  • Love A Devil [HUNHAN] [TAMAT]
  • At a Glance (NOREN)
  • IAM BAD MATE [end]
  • Lucky One
  • FIRST LOVE " You One And Only " (HUNHAN) "REPOST"
  • a letter for little fairy
  • The XXX Of The Devil [TXT - SKZ - NCT]
  • (not) one night stand  (HunHan) "END"

.Di sebuah sekolah sihir yang terkenal dengan keunikannya, Haechan dan Renjun masih berusaha keras menyembunyikan perasaan mereka masing-masing. Keduanya sering bertengkar, tapi ada sesuatu yang tak bisa disangkal di antara mereka. Setiap kali mata mereka saling bertemu, ada kilatan yang tidak bisa diabaikan, meski mereka berdua memilih untuk menutupi hal itu dengan sikap tengil Haechan dan kemarahan Renjun. Suatu hari, saat sedang latihan sihir, Haechan secara tidak sengaja membuat sebuah bola api meleset dan hampir mengenai Renjun. Renjun langsung meledak, memarahi Haechan dengan emosi yang tak terbendung. "Kamu gak pernah hati-hati, Haechan! Lihat, hampir saja aku terbakar!" Renjun berteriak, wajahnya memerah karena marah. Haechan, yang biasanya menganggap segala hal sebagai lelucon, kali ini terdiam. Melihat wajah Renjun yang begitu kesal membuatnya merasa aneh. Ada perasaan yang berbeda, perasaan yang tak bisa dijelaskan. Tanpa sadar, Haechan mendekat dan berkata dengan nada yang lebih lembut, "Aku minta maaf, Renjun. Aku gak sengaja." Renjun, yang semula ingin mengomel lebih lama, tiba-tiba terdiam. Dia melihat ekspresi Haechan yang lebih serius, yang jarang sekali muncul. Tanpa sadar, hati Renjun berdebar. Dia pun segera menjauh, berusaha mengontrol perasaannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido