White Lie

White Lie

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 9, 2017
Dalam sehari itu, aku merasa ada hal aneh yang mulai menyerbu kepalaku. Tentang laki-laki aneh bernama Shou Ryuzaki dengan segala kelakuan misteriusnya dan sikap periang nya yang sama sekali tidak bisa kutebak. Dan hal itu dimulai semenjak ia datang di kehidupanku sebagai tetangga sebelah apartemenku sekaligus teman masa kecilku?!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Stuck On You - Completed
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • New World [REVISI]
  • (?)
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Just Hug Me, please! ✔
  • Revenge [End]
  • Chiisana Tenohira
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines