Surat Untuk  Senja

Surat Untuk Senja

  • WpView
    Reads 19,279
  • WpVote
    Votes 900
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 19, 2018
WpInfo
Poetry
Puncak dari mencintai adalah mengikhlaskan. Mengikhlaskan setelah ia berhasil menjatuhkan hati dan ikhlas setelah ia pergi menyisakkan sepi. Copyright© by sriaybelladonna
All Rights Reserved
#181
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka dan Malam [END]
  • ILALANG
  • complicated feeling | ✓
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • langit biru
  • Yang Terluka
  • SETULUS CINTA LUNA (END)

Luna kira Juan adalah rumahnya. Tempat ia bisa pulang, bersandar, dan merasa cukup. Tapi ternyata, rumah itu perlahan berubah jadi sunyi. Bukan karena tidak ada suara, tapi karena tak ada lagi yang benar-benar didengarkan. Kalimat Juan semakin pendek, tatapannya semakin jauh, dan Luna... mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya yang berubah? Saat seseorang dari masa lalu Juan muncul kembali, Luna merasa seperti bayangan yang tak pernah diminta hadir. Ia menahan, bertahan, dan berharap. Tapi sampai kapan hati bisa terus menyangkal kenyataan? Suatu malam, ketika segalanya terasa terlalu berat untuk ditanggung, Luna berdiri di atas jembatan. Ia tak benar-benar ingin mati, tapi ia ingin semuanya berhenti-semua sakit, semua sepi, semua pertanyaan yang tak pernah dijawab. Namun hidup belum selesai dengannya. Seseorang menyelamatkannya. Dan desa kecil yang tak pernah ia kenal sebelumnya justru menjadi tempat pertama yang membuatnya merasa... dilihat. ~13-04-2025~

More details
WpActionLinkContent Guidelines