Possessive Trouble Maker

Possessive Trouble Maker

  • WpView
    Reads 13,334
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 26, 2017
Tampan , dingin , TROUBLE MAKER , anak pengusaha sukses dengan banyak kekuasaan yang membuatnya menjadi suka seenaknya. Di takuti , di segani , dan pasti di gilai. Namun siapa sangka, sifat kerasnya luntur jika sudah bersangkutan dengan gadis cantik pujaannya sejak kecil . Sifat kerasnya menjadi lunak bahkan sangat protektif pada gadis kecilnya itu . Gadis cantik berdarah Sunda-Jerman ini memang berhasil memikat pria manapun yang melihatnya . karena kecantikannya ia memiliki banyak pengikut di akun sosial medianya. Hal itulah yang membuat dirinya di benci para senior perempuan yang iri dengan dirinya. Termasuk gadis jahat di masa kecilnya. Bagaimana kisah si cantik yang harus berhubungan lagi dengan si pangeran 'Trouble maker' dan cewek jahat di masa lalunya ?
All Rights Reserved
#738
tampan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Caramel
  • TAKEN
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Sassy Girl [COMPLETED]
  • How to Survive
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • TMS [1] Trouble Maker
  • GADIS (Lengkap belum revisi)

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines