Seuntai Sajak Untuk Dia

Seuntai Sajak Untuk Dia

  • WpView
    Reads 1,642
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 30, 2017
Katanya, perempuan adalah makhluk Ter-baper. Sedikit sedikit baper, digombalin sedikit melambung, padahal gombalan picisan. Kalau patah hati, suka berlebihan. Sakitnya itu, suka berlarut larut. Benarkah demikian? Ah, tidak semua perempuan seperti itu. Masih banyak perempuan diluar sana yang menjunjung tinggi harga dirinya, dibanding menanggapi gombalan picisan. Meski sekuat apapun perempuan, ia pasti akan mudah terbawa perasaan. Apalagi jika itu dengan orang yang ia suka. Lalu apakah mencintai dalam diam akan menyempurnakan cinta. Jika Tuhan menciptakan, kebahagiaan untuk dinikmati, agar kita tak terlalu terpuruk dalam menghadapi kesedihan. Untuk apa tuhan menciptakan rasa cinta, jika itu tak membuat hati bahagia. Jika hati dapat diutarakan seperti kaca, mungkin saat mencintai dalam diam bentuknya seperti kepingan kaca, yang berantakan dan tak akan utuh menjadi semula. Ingin saja ku ungkap perasaanku, namun hanya seutar sajak. Yang aku tulis untukmu. PS : Cocok banget dibaca Para jones jones, yang sedang memperjuangkan cintanya dalam diam ?
All Rights Reserved
#167
disekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Love Story In Friendship [End]
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • It's About Awe[TAMAT]
  • Terbiasa Sakit Hati
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Anugerah Terindah
  • Do You Miss Me ?

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines