Seuntai Sajak Untuk Dia

Seuntai Sajak Untuk Dia

  • WpView
    Reads 1,642
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 30, 2017
Katanya, perempuan adalah makhluk Ter-baper. Sedikit sedikit baper, digombalin sedikit melambung, padahal gombalan picisan. Kalau patah hati, suka berlebihan. Sakitnya itu, suka berlarut larut. Benarkah demikian? Ah, tidak semua perempuan seperti itu. Masih banyak perempuan diluar sana yang menjunjung tinggi harga dirinya, dibanding menanggapi gombalan picisan. Meski sekuat apapun perempuan, ia pasti akan mudah terbawa perasaan. Apalagi jika itu dengan orang yang ia suka. Lalu apakah mencintai dalam diam akan menyempurnakan cinta. Jika Tuhan menciptakan, kebahagiaan untuk dinikmati, agar kita tak terlalu terpuruk dalam menghadapi kesedihan. Untuk apa tuhan menciptakan rasa cinta, jika itu tak membuat hati bahagia. Jika hati dapat diutarakan seperti kaca, mungkin saat mencintai dalam diam bentuknya seperti kepingan kaca, yang berantakan dan tak akan utuh menjadi semula. Ingin saja ku ungkap perasaanku, namun hanya seutar sajak. Yang aku tulis untukmu. PS : Cocok banget dibaca Para jones jones, yang sedang memperjuangkan cintanya dalam diam ?
All Rights Reserved
#96
disekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alhamdulillah Berjodoh
  • Imam untuk Gladysa✓
  • A Trust Behind A Relationship
  • Yang Tertinggal
  • ABIAN HALA
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • It's About Awe[TAMAT]
  • Mahligai Cinta [END]✓

"Maaf karena aku, tidak bisa mencintai kamu secara sembunyi-sembunyi. Karena mencintai mu secara terang-terangan adalah usaha ku untuk memperjuangkan mu menjadi miliki ku." -Farah Nariswari- "Perempuan itu harus punya sifat malu yang tertanam dalam dirinya. Dan perempuan itu kodrat nya dikejar, bukan mengejar. Jika ia mengejar, maka hilanglah harga dirinya." -Faiz Dirgantara - Mencintai itu boleh, mengagumi itu boleh, menyukai itu boleh. Yang nggak boleh adalah jika perasaan cinta, suka dan kagum itu, menyalahi aturan agama. Selama perasaan cinta itu ditempat pada tempat yang benar, bukankah itu tidak masalah?Lalu apakah salah perempuan mengejar pria yang ia cintai? Haruskah perempuan hanya menunggu untuk dikejar dan mencintai secara sembunyi-sembunyi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines