Story cover for Zia [Completed] by Vanilacookie
Zia [Completed]
  • WpView
    LECTURAS 229,127
  • WpVote
    Votos 8,945
  • WpPart
    Partes 48
  • WpView
    LECTURAS 229,127
  • WpVote
    Votos 8,945
  • WpPart
    Partes 48
Continúa, Has publicado feb 27, 2017
Keagresifan ku menjadi paku tersindiri yang akan siap sedia menusuk ku nantinya.

FAUZIA RAMAGVERA . Cewek cantik yang rela meneguk sifat dingin remaja cowok yang mencuri hatinya. Yang harus merasakan betapa sakitnya ketika di tolak untuk kesekian kalinya.

Hingga kejenuhan yang membuatnya berjalan mundur. Dan air mata yang mampu mengakhiri segala sakit yang ia rasakan. 

"maafin gue"
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Zia [Completed] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#184agresif
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED] de reremi_
52 partes Concluida
[COMPLETED] Setelah kepergian Gladys, Juna melanjutkan kuliahnya di Prancis. Dia berhasil mendapatkan gelar S1 nya. Dan sekarang dia balik ke Indonesia untuk merintis karirnya yang menjadi dokter. Namun, di sela-sela kesibukannya menjadi dokter. Juna melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. Iya dia juga lulus S2 dengan nilai terbaik. Tapi dia kini tidak menjadi dokter, namun dia menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sifat Juna yang dulu dan sekarang berbeda setelah dia memasuki jenjang pendidikan S2. Juna yang sekarang lebih ke cuek, bodoamat, tegas, dan juga disipilin. Ditambah lagi Juna adalah dosen muda di kampus, sehingga banyak mahasiswi yang klepek-klepek sama dirinya. ______________________ "Pagi semua," ucap Juna saat memasuki ruang kelas. "PAGI PAK," jawab kompak seisi kelas. "Kali ini saya akan membagikan tugas ke kalian, dan minggu depan di kumpulkan di meja saya sebelum saya datang!" "Lha kita gak tau kapan bapak datang?" Ucap Riski selaku koordinator kelasnya. "Cari tau, atau nilai kalian semua bapak kurangi!" Jawabnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi mengeluh. Ada yang bisik-bisik tetangga atas dosennya yang killer bagi mereka. Namun pada saat Juna menghadap ke papan tulis untuk menuliskan tugas darinya, ada mahasisiwi yang masuk secara diam-diam. Tetapi insting Juna terlalu kuat, sehingga Juna mengetahuinya. "Diam ditempat!" Ucap Juna. Dan langkah kaki mahasiswi tersebut berhenti dan memejamkan matanya lalu menghadap ke dosennya. "Mau maling isi kelas?" Tanya Juna. Mahasiswi itu pun langsung menggelengkan kepalanya. "Lalu?" "Telat pak!" "Kamu keluar dari kelas saya dan selesai jam mata kuliah kamu, kamu temui saya di ruangan saya!" Ucap Juna. Mahasiswi tersebut membuang nafas beratnya lalu pergi meninggalkan kelasnya. ----------------•••••••••••••••------------------ 🥇 #10 in UNIVERSITAS 🥇 #8 in DOSEN 🥇 #1 in KILLER 🥇 #1 in TEENFICTIONINDONESIA 🥇 #1 in HANDSOM
ADIKARA ELUSIF de blackcurrantbery
53 partes Continúa
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
F A K E ? [End] de zeevadeva__
58 partes Concluida
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED] cover
ADIKARA ELUSIF cover
D I A M cover
F A K E ? [End] cover
Matahari cover
SKRIPSUIT  ✔ cover
Little Strawberry Girl  cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Aderaga [ON GOING] cover

MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]

52 partes Concluida

[COMPLETED] Setelah kepergian Gladys, Juna melanjutkan kuliahnya di Prancis. Dia berhasil mendapatkan gelar S1 nya. Dan sekarang dia balik ke Indonesia untuk merintis karirnya yang menjadi dokter. Namun, di sela-sela kesibukannya menjadi dokter. Juna melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. Iya dia juga lulus S2 dengan nilai terbaik. Tapi dia kini tidak menjadi dokter, namun dia menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sifat Juna yang dulu dan sekarang berbeda setelah dia memasuki jenjang pendidikan S2. Juna yang sekarang lebih ke cuek, bodoamat, tegas, dan juga disipilin. Ditambah lagi Juna adalah dosen muda di kampus, sehingga banyak mahasiswi yang klepek-klepek sama dirinya. ______________________ "Pagi semua," ucap Juna saat memasuki ruang kelas. "PAGI PAK," jawab kompak seisi kelas. "Kali ini saya akan membagikan tugas ke kalian, dan minggu depan di kumpulkan di meja saya sebelum saya datang!" "Lha kita gak tau kapan bapak datang?" Ucap Riski selaku koordinator kelasnya. "Cari tau, atau nilai kalian semua bapak kurangi!" Jawabnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi mengeluh. Ada yang bisik-bisik tetangga atas dosennya yang killer bagi mereka. Namun pada saat Juna menghadap ke papan tulis untuk menuliskan tugas darinya, ada mahasisiwi yang masuk secara diam-diam. Tetapi insting Juna terlalu kuat, sehingga Juna mengetahuinya. "Diam ditempat!" Ucap Juna. Dan langkah kaki mahasiswi tersebut berhenti dan memejamkan matanya lalu menghadap ke dosennya. "Mau maling isi kelas?" Tanya Juna. Mahasiswi itu pun langsung menggelengkan kepalanya. "Lalu?" "Telat pak!" "Kamu keluar dari kelas saya dan selesai jam mata kuliah kamu, kamu temui saya di ruangan saya!" Ucap Juna. Mahasiswi tersebut membuang nafas beratnya lalu pergi meninggalkan kelasnya. ----------------•••••••••••••••------------------ 🥇 #10 in UNIVERSITAS 🥇 #8 in DOSEN 🥇 #1 in KILLER 🥇 #1 in TEENFICTIONINDONESIA 🥇 #1 in HANDSOM