Penikmat Keresahan

Penikmat Keresahan

  • WpView
    Reads 1,397
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 20, 2025
-Penikmat Keresahan- Antologi Luka dalam Diam: Memoar Patah yang Kubiarkan Terbaca Ada luka yang tidak berdarah, tapi menetap seperti bayangan - diam, namun ada. Buku ini adalah suara dari sunyi yang terlalu sering dipeluk sendiri. Tentang cinta yang tak jadi pulang, tentang seseorang yang lebih memilih bersama orang lain, dan tentang seseorang yang kepergiannya menyisakan ruang kosong yang tak tergantikan. Penikmat Keresahan bukan sekadar kumpulan sajak dan prosa. Ini adalah memoar emosi yang dibiarkan terbaca - catatan dari patah, rindu, dan kehilangan yang tak sempat diucapkan. Ditulis dengan kejujuran yang pelan, buku ini adalah pelukan untuk kamu yang sedang belajar mengikhlaskan, perlahan. Karena beberapa luka tidak untuk dihilangkan, tapi cukup untuk dipahami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • Yang Tak Terucap...
  • PERAYAAN PATAH HATI
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Juan [REVISI]

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines