We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sepotong Hati Di Lereng Merapi

Sepotong Hati Di Lereng Merapi

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 3, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Rindu ini sederhana. Aku hanya meyakini bahwa rindu akan sampai pada waktunya. Bermuara dan bertujuan atas pendewasaan. Biar rindu ini kutanam dalam setiap baris doa. Aku rindu, maaf bukan aku kaku. Cinta itu tumbuh laksana biji-biji bunga matahari yang ditanam di palung hati. Ketika bunga matahari itu mekar, ia begitu mempesona layaknya berikan kesejukan tiada batas. seperti itulah cinta. Di usianya yang boleh dikatakan tak muda lagi, kini kecemasan dan kegalauan menimpanya. Aquila, gadis ayu keturunan jawa ini boleh jadi telah berhasil mendapat gelar kesuksesan. Namun, itu belumlah cukup tanpa sepotong hatinya. Dekapan kasih sayang lembut yang lebih dibutuhkannya saat ini. Sosok seperti apakah yang kelak membawakan sepotong hati untuknya? jawabannya ada di buku "Sepotong Hati Di Lereng Merapi" Info pemesanan dan ketersediaan stok hubungi: 083896148277
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Arsyilazka
  • Harga Untuk Luka
  • Regan dan Cintanya [END]
  • The Unwritten Rule [21+]
  • ARIEANNA
  • SENSEI, ASSALAMUALAIKUM DESU!
  • KATYA & SADDAM (Short Story)
  • USAI? (On Going)

Aira pernah terpuruk. Cintanya yang terlalu besar pada Evan pernah membuatnya gila ketika pria itu memilih meninggalkannya demi menikahi wanita lain. Dalam masa kelam itu, Aira tidak menemukan sebuh kewarasan selain mati untuk mengakhiri rasa sakit yang selalu mendera jiwanya. Beruntung, orang-orang yang sungguh menyayangi Aira bersusah payah mengembalikan binar ceria di balik netra wanita itu. Tak lain dan tak bukan karena mereka tak ingin lagi menemukan jiwa itu tergeletak tak berdaya menjemput kematian. Aira harus sembuh. Aira harus terlahir kembali. Aira pantas untuk mencecap bahagia dengan pria yang tak sengaja mencintainya tanpa jeda. Semua berjalan sesuai rencana pada mulanya. Namun, semesta sepertinya ingin menguji Aira sekali lagi. Dalam hitungan minggu menuju hari bahagianya, Aira kembali bertemu Evan. Tidak ada yang salah dari pertemuan itu jika saja Evan tidak dengan kurang ajarnya meminta Aira menikah dengan dirinya. Apalagi Evan dengan sengaja mengancam akan menceritakan seberapa jauh kisah cinta yang sudah terjalin di antara keduanya pada calon suami Aira. Lalu, mana yang akan Aira pilih? Masa depan yang tengah sukacita dia sambut atau masa lalu yang kini tengah sukacita menyambutnya kembali? ...................... "Bagaimana kalau aku menceritakan pada calon suamimu itu seberapa keras jeritan kenikmatanmu saat kita mencecap nirwana bersama pertama kali?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines