Six Girls [END]

Six Girls [END]

  • WpView
    Reads 28,226
  • WpVote
    Votes 1,047
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Masa lalu yang meninggalkan luka pada enam perempuan. Cahaya yang menyembuhkan luka itu. Akankah berakhir bahagia atau malah..... "Akan ku jaga hingga akhir."- Aulia "Apa kita akan berakhir seperti ini?." - Ardilla "Selalu saja mampu membuat hati ini bergetar."- Andini "Bukankah ingin mengakhiri semuanya?."- Fera "Selalu akan bersama denganmu."- Yayang "Terima kasih telah berada di sampingku."- Eftia . . . "Tak akan ku biarkan kau menangis lagi."- Riku "Tak akan kubiarkan berakhir seperti ini."- Chiko "Selalu mampu membuatku menjadi pribadi yang berbeda."- Nathan "Aku ingin memulai segalanya."- Jio "Sampai akhir akan selalu bersamamu."- Adrian "Aku akan terus bersamamu."- Alexander . . . Kejadian,nama, alamat tidak di sengaja, ini hanya bagian dari ide gila author semata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Topeng di balik Senyuman
  • The First, Not the Last
  • Dear Sister
  • Anathema
  • Arsyilazka
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Setelah Luka - a story about healing and love that finally feels right

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines