Diam
  • WpView
    Reads 19,836
  • WpVote
    Votes 928
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
"Saat kau merasa tersakiti oleh seseorang, menangislah, tak apa. Karena mungkin, itu salah satu caramu untuk menghadapi seseorang yang pernah menggores luka di hatimu. Setelah kau merasa lelah, menangislah, tak apa. Mungkin, itu salah satu cara jitumu untuk mencoba menurunkan beban di hatimu. Saat ketenangan telah kau kuasai dalam hatimu, berteriaklah sekencang-kencangnya, tak apa. Mungkin, itu salah satu caramu untuk melampiaskan segala beban yang coba untuk kau pendam, selama ini." ~ Dimana Irene harus memendam seorang diri atas rasa yang luar biasa itu. ~ Dan Tora hanya bisa menatap Irene dari jauh, menatap senyum yang menjadi akhir dari kisah bahagia dalam hidupnya. ~ Sebelum takdir terburuk itu menimpa mereka berdua, untuk yang kesekian kalinya. ~ Membuat Irene dan Tora percaya, bahwa DIAM bukan akhir dari segalanya.
All Rights Reserved
#38
romanpicisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friendzone
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • DIRA  [HIATUS DULU]
  • How to Survive
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Forever Yours
  • mystery of the past
  • Sweet Combat
  • GADIS (Lengkap belum revisi)

Copyright©2018 by Sabiimh Plagiat dilarang mendekat!! No copy my story!! Cape mikirnya. [Ini cerita pertamaku yang dibuat pada saat aku masih pemula, amatiran. Jadi mohon maaf karna banyak typo, dan alur suka gak jelas] **** Nama wanita itu, Ara, Aradila Wilson. Wajahnya tidak secantik wanita diluar sana. Hanya saja mata birunya membuat jantung para kaum adam selalu bergetar saat memandang bola mata indah itu. Tetapi, sikapnya yang mudah emosional membuatnya ditakuti banyak pria, dan hanya sedikit pria yang berani mendekatinya. Hanya ada satu pria yang bisa membuat emosi Ara menurun, dan terkadang juga membuat emosi Ara menaik akibatnya. Nama pria itu adalah Malik Adelardo Achilles. Pria itu juga tak setampan pria diluar sana. Hanya saja senyumannya ditambah dengan lesung pipinya membuat para kaum hawa tergila-gila saat melihat senyuman manis pria itu. Ada ribuan orang diluar sana yang menginginkan hubungan Malik dan Ara lebih dari sekedar teman. Namun, keduanya belum mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Karena, takut sebuah hal buruk menimpa mereka, yang mengharuskan mereka berpisah dan menjadi orang asing. Mungkin juga, ada banyak orang diluar sana yang iri pada pertemanan mereka. Dan ingin memisahkan Ara dan Malik. Namun, keduanya tidak ambil pusing dengan para pengganggu itu. Mereka tetap bersama-sama dipenuhi dengan kebahagian, hingga akhirnya... Satu persatu masalah mulai berdatangan. Mampukah Ara dan Malik mempertahankan pertemanannya? Apakah mereka akan terus berada dalam zona pertemanan? Dan apa Ara dan Malik akan selamanya bersama-sama? ---- "Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana." -Malik Adelardo Achilles- "Aku baru sadar bahwa ada yang lebih indah dari senyummu. Yaitu, tawa kecilmu yang selalu aku rindukan saat kita duduk bersama menikmati indahnya senja." -Aradila Wilson- ---- #22 Nangis (6April2019) #9 Nangis (11April2019)

More details
WpActionLinkContent Guidelines