They Don't Know About Us

They Don't Know About Us

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2019
"Namaku Tiffanny Auvarra. Bisa dibilang aku ini anak yang supel dan kekanak-kanakan. Tapi aku benci jika temanku meledekku seperti itu. Menggambar adalah hobiku. Sebenernya aku menyukai hal apapun kecuali yang berhubungan dengan olahraga. Dikelas, aku disandang dengan julukan "SiRatu Mager" ". "Nama gue Alverro Medallas. Bukan hanya pindah sekolah, kami juga pindah rumah ke kota metropolitan di negeri bernama Indonesia ini karena bokap gue dinas di kota ini mulai sekarang. Btw, gue tipikal orang yang menyukai olahraga. Hampir semua cabang olahraga gue mahir melakukannya." Mereka adalah orang yang saling bertolak belakang. Tetapi, tanpa mereka sadari, pertengkaran itulah yang membuat mereka menjadi saling mengenal dan bahkan mememdam rasa satu sama lain Siapakah yang akan jatuh cinta duluan? Tiffanny atau Dallas? Apakah cinta mereka lebih besar daripada ego mereka?
All Rights Reserved
#2
karyaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • Ruang dalam Relung (Re-upload)
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Secret admirer
  • VARA [HIATUS]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Naga, Jangan Bucin!「SUDAH TERBIT」
  • Oranye Di Langit Senja
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Transmigrated as twins

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines