Lululergic

Lululergic

  • WpView
    Reads 2,725
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 26, 2013
Jangan salahin Rere kalo Rere benci Lulu. Adiknya yang satu itu bener-bener nakal dan menyebalkan! Lulu bikin kacau pemakaman Ibu, nyaris menguras seluruh waktu dan energi Rere, bikin kacau PDKT Rere dan Nico, dan yang paling kurang ajar, anak itu berakrab-akrab sama Sakti tetangga mereka yang usil dan norak setengah mati. AAARRRGGGHHH! Rere cuma pengin masa remaja yang normal. Pacaran sama cowok idaman se-SMA. Punya adik manis yang baik, bukannya bawel dan keras kepala kayak Lulu. Abang yang bisa diandalkan, bukan yang cuma bisa mikirin cewek, cewek, dan cewek! Dan kalo bisa... masih ada Ibu. Beginilah hidup Rere... Ada yang mau tukeran?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • "He's mine"
  • SYAKIRA how are you?
  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • LUKA LILY {Revisi}
  • ALRIN
  • Little Monster
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • Andai Kau Tau
  • I'm Bad Girl

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines