I'll Never Let You Go

I'll Never Let You Go

  • WpView
    Reads 881
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 7, 2017
"Yna, aku tahu kau sedih dengan perkataan ibuku. Aku tidak ingin orang lain menghancurkan hubungan kita Yna. Aku berjanji padamu, akan selalu bersama apapun yang terjadi" ujar Angelo yang sedang memegang kedua tangan dan kemudian memeluku. "Aku tahu itu Angelo, aku harap kau tidak mengingkari janjimu" jawabku yang tengah menangis di pelukannya. Angelo melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipiku dengan dua tangannya yang menghapus air mataku. Dia menatapku intens seakan dia serius dengan ucapannya. "Tentu Yna, kita harus berjuang untuk cinta kita. Walaupun akan banyak resiko yang harus kita hadapi, kita hadapi bersama. Kita harus kuat menjalaninya. Kita harus bisa Yna. Kau mengerti?" tanya Angelo padaku. "Aku mengerti Angelo" jawabku sembari tersenyum lembut padanya.
All Rights Reserved
#328
salahpaham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Andai Kau Tau
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Salam Terindah
  • With You 나는 행복하다
  • Secangkir Teh
  • TAK BERSAMBUT
  • BROKEN HEART [END]
  • Shadow
  • Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya

"Ini uang untukmu, uang ini ku anggap adalah biaya aborsi janin itu dan ku katakan, bayi itu sudah tidak ada dalam perutmu sejak kamu menerima uang ini. "Ucap Rani tegas dan menyodorkan uang sejumlah 50 juta pada tangan Rere. Rere tak langsung menerima, membuat Rani menahan geram dan menebak. Pasti Rere... berubah pikiran dan ingin.... "Baik, saya terima uang ini, dan anak Neja sudah tiada. Bayi ini adalah milik saya sendiri... dan saya tambahkan, agar anda semua merasa aman. Buat saja perjanjian di atas materei, ini adalah bentuk, kalau saya tidak akan macam-macam apalagi ingkar pada janji dan sumpah saya, saya tidak akan menampakkan wajah lagi di depan anda semua dan terakhir, semoga anda semua tidak pernah menyesal dan mengusik saya terutama anak saya di masa depan!" Tak ada yang perlu di mohoni atau tangisi penolakan orang-orang terutama ayah janin dalam perutnya, orang-orang itu tidak suka padanya dan anaknya, maka dia akan lebih-lebih tidak suka pada orang-orang itu. Itu prinsip hidup Rere!

More details
WpActionLinkContent Guidelines