Penari Puisi

Penari Puisi

  • WpView
    MGA BUMASA 2,087
  • WpVote
    Mga Boto 107
  • WpPart
    Mga Parte 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Jul 4, 2021
Aku menari didalam puisi layaknya aku menari didalam hatimu. Aku bebas kesana kemari menjelajahi ruang hatimu yang begitu luas dengan gerakan tariku perlahan-lahan. Inilah puisiku, yang kubuat selama aku berada dalam lingkungan hatimu. Yang kuhinggapi satu-satu dan kujadikan sajak hingga bait, entah itu senang maupun sedih. Nikmatilah membaca puisi demi puisi ini, jangan lupa taruhkan secangkir kopi bercampur gula untuk melarutkan suasana dan memaniskan tiap sajak yang ada.
All Rights Reserved
#83
feelings
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Aksara Tak Bertuan
  • KELUH
  • Bait-Bait Semesta
  • Lembut Seperti Doa
  • Andai bisa
  • Nasihat dalam Puisi
  • Memori (End)
  • Menanti dalam istiqomah
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman