SAGARA

SAGARA

  • WpView
    Reads 6,155,760
  • WpVote
    Votes 278,644
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 22, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Saat musik bukan lagi alasan untuk kita terus bersama. *** Kita, musik dan New York. Sagara dan Shea yang salah mengira bahwa cinta saja cukup untuk menjadi alasan keduanya bertahan. Semakin mereka dewasa, permasalahan yang ada di dalam hubungan keduanya bukan lagi sekadar chat yang telat dibalas, atau sekadar weekend besok akan pergi ke mana juga perdebatan kecil yang berujung menggemaskan. Karena, konflik mereka semakin rumit, mengenai tujuan hidup, mimpi, dan prioritas utama. Mereka pikir, mereka masih bisa saling beriringan untuk sampai ke tujuan akhir mereka. Namun bagaimana jika tujuan hidup keduanya berbeda arah? Mungkinkah salah satunya bisa memutar arah atau mereka saling menunggu satu sama lain sampai entah di titik mana mereka bertemu? Katanya inti dari hubungan itu hanyalah komunikasi dan kompromi, namun bagaimana jika keduanya pun tidak berjalan dengan baik? Masihkah ada alasan lain untuk mempertahankan? Start : 7 Desember 2023
All Rights Reserved
#866
alice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • And Somehow, I'll Hope Once More
  • Cinta Segitiga
  • Rintik Hujan Terakhir
  • AKSARA (TAMAT)
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Rasa Dua Hati { Completed } ✓
  • Oh! BAD!
  • SAGARA
  • You Never Ask (Selesai)

Kalau di dunia ini ada lomba bersikap tahu diri, Shana pasti meraih juara satu. Selama SMA, Shana terlatih untuk tahu diri atas banyak hal. Tahu diri untuk tidak membebani tim debat English Club. Tahu diri untuk membanggakan Haira, sahabat yang menuntunnya debat dari nol. Tahu diri juga untuk tidak berharap pada Kaien, gitaris band sekolah yang memukaunya di pentas seni, karena Kaien telanjur dekat dengan gadis lain. Namun, takdir punya cara sendiri untuk memberi kejutan. Ketika lomba debat terakhirnya diiringi Kaien yang mendekat tanpa ia duga, rasa tahu dirinya ditantang. Kini, Shana punya alasan untuk berharap lebih. Sayangnya, harapan itu datang dengan harga yang sepadan: tekanan, guncangan, dan satu pertanyaan besar. Apakah Shana berharap di tempat yang benar? 2025 © A Coming-of-age Romance by Aletha

More details
WpActionLinkContent Guidelines