Tyaz Gamma

Tyaz Gamma

  • WpView
    Reads 1,230
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 27, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Sekadar informasi untukmu. Kau ... tidak berada di duniamu," gadis itu berkata datar. Lelaki itu termenung sejenak, merasa kalimat itu familier di telinganya. Dia mengangkat kepala, tampak antusias setelah beberapa ide melesat di kepalanya. "Bagaimana caraku untuk kembali ke duniaku? Aku akan melakukan apa saja," ujarnya bersungguh-sungguh, tidak ada keraguan yang nampak di manik kelabunya. "Kau akan melakukan apa saja, sungguh?" Gadis beriris biru itu sedikit terkejut saat lelaki yang ditanyainya itu mengangguk tanpa berpikir dua kali. "Kenapa kau sangat ingin pulang? Padahal kau akan menderita saat kau kembali ke duniamu? Tidak ada orang yang menyayangimu, bukan begitu?" gadis itu bertanya santai, tidak memedulikan ekspresi suram lelaki bersurai kelabu itu. Lelaki itu tercengung, bagaimana bisa gadis itu mengetahui hidupnya yang kelam? Padahal dia tidak pernah menceritakan tentang hidupnya pada gadis itu. "Tidak. Masih ada orang yang menyayangiku. Aku ingin kembali karena aku akan mencari 'dia', aku tidak percaya pedang bodoh itu dapat membunuhnya. Dia pasti masih hidup, dia mungkin menungguku di taman." Dia tertawa getir. Gadis itu menghela napas. "Aku akan memberitahu cara agar kau bisa kembali ke duniamu. Kuharap kau tidak akan menyesal setelah ini." Lelaki itu mengangguk, tidak sabar menunggu jawaban gadis itu. "Kau ... harus menyerahkan jiwamu." Gadis itu menyungingkan senyuman yang amat menyeramkan. *** Cerita ini hanya fiksi belaka. Dilarang keras menjiplak, memplagiat, sebagian atau keseluruan cerita. Copyright © by Varenyni, 20 Juni 2023.
All Rights Reserved
#505
penyihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Lulu
  • REMBULAN ¦ Renjun NCT[✔]
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • It's Always Been You✔️
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Long A dream [END]

Dear Kim Sejeong, Lumba-lumba manisku, Kau tahu, aku menginginkanmu. Harapku itu bukanlah rahasia yang ingin kusembunyikan lagi. Semua yang terjadi antara kita, bukan tidak direncanakan. Kemudian, takdir menarikmu sangat jauh hingga tak terjangkau olehku. Tapi, kau akan terus berada di dalam hatiku. Kau adalah nafas dan alasan aku hidup, jadi siapa yang akan menghentikanku jika diputuskan bahwa kau adalah takdirku. Bagaimana jika kita menulis ulang kembali kisah itu, menulis jika kau tercipta untuk menjadi milikku. Dalam cerita kali ini, tidak akan kubiarkan siapapun merebutmu dariku bahkan kematian sekalipun. Dear Oh Sehun, Pinnochioku, kau pikir mudah untuk menulis kembali? Sedangkan di dunia baru ini hanya kau yang mengingat semuanya. Terluka dan berjuang sendirian. Kau pikir, aku bisa jatuh cinta padamu dengan mudah? Aku juga ingin, namun ada pintu-pintu (ingatan) yang tidak bisa kulewati. Kau kembali, namun menemukanku yang tidak tahu tentang keinginanmu. Bagaimana bisa kau mengatakan tak ada yang bisa menghentikanmu untuk menjadikanku takdirmu jika hanya kau yang ingat sedangkan aku tidak. Tapi, dalam cerita masa depan yang kau ceritakan padaku. Kita bisa mengubahnya, yaitu menulis ulang takdir kita satu sama lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines