Aku ingin pulang, Amanda. Biarkan aku pulang, kumohon!" "Pergi! Pergilah!" Braak!Amanda membanting pintu. Tangisnya pecah di balik pintu itu. Ia sudah tidak tahan. Perceraiannya kini di ambang jurang. Rumah tangganya di ujung tanduk. William, suaminya telah mengkhianatinya. "Jangan bilang ayah tak akan kembali. Jangan bilang itu!" Joshua berlalu dengan wajah yang muram. Ia melihat pertengkaran itu. "Josh ... tunggu! Joshua!" Suara-suara itu terus terngiang-ngiang di telinganya. Seperti kebiasaanya hampir tiap menjelang sore hari ia mengisi waktu dengan olahraga jogging di areal hutan dekat rumahnya. Headshet yang terpasang di telinganya dan alunan music keras seolah tak mampu meredam suara-suara di pikirannya. Pertengkaran kecil dengan William suaminya, serta Joshua yang tidak terima dengan situasi itu terus terbayang di pelupuk mata Amanda.
More details