Melo Love Story

Melo Love Story

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2017
Brukk "Aw" Melody memegangi kakinya yang terasa sakit. "Lo gila ya? Punya mata di pake, jangan cuma di pajang" Kata Marcell Ya, orang yang di tabrak Melody adalah Marcell, cowok yang terkenal suka tawuran dan troublemaker di SMA Bina Bangsa tersebut. Lalu Marcell pun meninggalkan Melody yang sedang kesakitan. "Eh lo!" Melody memanggil Marcell yang berjalan tanpa memperdulikannya. Marcell hanya berbalik badan lalu menatap Melody tajam. "Bantuin gue, malah bengong lagi. Lo cowok kan? Atau jangan-jangan cuma jenis kelamin lo doang yang cowok" Melody yang sudah merasa kesakitan lalu menumpahkan amarahnya kepada Marcell. [On Going]
All Rights Reserved
#199
troublemaker
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past
  • SMA, Putih (bukan) Abu-abu
  • Caramel
  • AYKA
  • Melody Arthadiesa
  • Behind A Mask
  • EPHEMERAL
  • Perfect Struggle
  • Because I'm Stupid (End)
  • AFIKA [ END✔ ]
The Past

Dia adalah seorang badboy dengan sifat badboy pada umumnya. Rokok, mabuk, balapan, clubbing, playboy, bahkan baku hantam sudah menjadi nama tengahnya. Tetapi dia jenis badboy yang berbeda. Dia menjadi orang yang berbeda saat mengenakan seragam sekolah. Dia yang suka rokok dan mabuk, menghindari itu semua saat mengenakan seragam sekolah. Dia yang tak segan melayangkan pukulan saat marah, lebih bisa mengontrol diri saat mengenakan seragam sekolah. Dia yang ditakuti semua orang karena menyandang marga Theodore dibelakang namanya, saat mengenakan seragam sekolah, ia disegani oleh guru-guru dan siswa-siswa karena prestasi yang ia toreh selama dua tahun menjejakkan kaki di jenjang SMA. Namun, dibalik batu ada udang. Begitupula dirinya yang tak bisa terus-terusan menyembunyikan sifat aslinya. Semenjak dirinya bertemu 'dia', segala kebusukannya mulai terbongkar satu persatu. Ditambah musuh terbesarnya pindah ke sekolah yang sama dengannya, identitasnya semakin terancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines