ZARDZAN [Discontinue]

ZARDZAN [Discontinue]

  • WpView
    Reads 1,802
  • WpVote
    Votes 466
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue..... gue masih sayang sama mantan gue, Sya." Zarsya tersenyum senang begitu mendengar pengakuan Ardzan yang memang sudah dia tunggu-tunggu selama ini. "Gue salut sama lu, Dzan. Karena pada akhirnya lu ngakuin perasaan lu yang sebenarnya." Ardzan yang sedang menundukan pun, mendongakkan kepalanya, menatap kedua mata Zarsya yang menyiratkan kekecewaan. "Gue harap, gue orang pertama dan terakhir yang lu giniin, Dzan." Zarsya menjeda kalimatnya, menatap Ardzan yang lebih menyukai menatap rumput-rumput dibawahnya itu. Kekehan terdengar keluar dari mulut Zarsya, membuat Ardzan mendongakkan kepalanya dan menatap Zarsya dengan sorotan mata penuh penyesalan. "Cukup gue aja ya Dzan. Makasih udah mau menerima gue sebagai pacar lu. Makasih udah pernah jadi orang yang berhasil bikin hari-hari gue bahagia." Ucapnya yang kali ini di iringi dengan cairan bening membasahi wajahnya. Lagi, Zarsya menarik napas panjang dan menepuk-nepuk pelan bahu Ardzan membuat Cowok tampan itu semakin merasa bersalah. 03-03-2017 (publish) 18-08-2020 (republish) Rank #107 - Manurios #37 - Wattpadromance #180 - tampan #486 - broken
All Rights Reserved
#203
manurios
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • ARJUNA
  • MY FAKBOY [END]
  • Destiny [COMPLETED]
  • [AHS#1] Arka
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Kaka&Rara [Completed]
  • Hopeless

[SEBAGIAN PART DIHAPUS] "Bisa nggak, sih, lo diem? Sehari aja jangan ganggu gue!" "Lo mulai duluan. Yang kasih kaos kaki ke mulut gue siapa?" "Dih, elo yang kemarin matiin lampu kelas waktu gue lagi piket!" "Lo yang kasih kecoa di sepatu gue!" "Tapi, kemarin lo juga yang kasih obat pencahar dibjus gue!" Menjadi musuh dalam selimut mungkin sudah biasa, tetapi ternyata kesialan berpihak pada mereka. Bukan, hanya pada satu pihak sebab Reyvan tidak merasa dirugikan. Tinggal satu atap karena perjodohan di zaman modern itu gila, alasan mempererat persahabatan dan kekeluargaan orang tua lebih konyol. Lalu, bagaimana nasib Rachel dan Reyvan, pasangan rival selama 5 tahun belakangan ini yang harus menerima nasib buruk di masa muda mereka? Memilih menerima atau menghindar? 🥀 ⚠️ Belum pernah di revisi, masih berantakan. Tulisan paling amburadul :( ⚠️ Alurnya bikin kamu emosi, mual, kesel. ⚠️ Plagiat? Silakan ke Merkurius

More details
WpActionLinkContent Guidelines