ZARDZAN [Discontinue]

ZARDZAN [Discontinue]

  • WpView
    Reads 1,801
  • WpVote
    Votes 466
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 17, 2024
"Gue..... gue masih sayang sama mantan gue, Sya." Zarsya tersenyum senang begitu mendengar pengakuan Ardzan yang memang sudah dia tunggu-tunggu selama ini. "Gue salut sama lu, Dzan. Karena pada akhirnya lu ngakuin perasaan lu yang sebenarnya." Ardzan yang sedang menundukan pun, mendongakkan kepalanya, menatap kedua mata Zarsya yang menyiratkan kekecewaan. "Gue harap, gue orang pertama dan terakhir yang lu giniin, Dzan." Zarsya menjeda kalimatnya, menatap Ardzan yang lebih menyukai menatap rumput-rumput dibawahnya itu. Kekehan terdengar keluar dari mulut Zarsya, membuat Ardzan mendongakkan kepalanya dan menatap Zarsya dengan sorotan mata penuh penyesalan. "Cukup gue aja ya Dzan. Makasih udah mau menerima gue sebagai pacar lu. Makasih udah pernah jadi orang yang berhasil bikin hari-hari gue bahagia." Ucapnya yang kali ini di iringi dengan cairan bening membasahi wajahnya. Lagi, Zarsya menarik napas panjang dan menepuk-nepuk pelan bahu Ardzan membuat Cowok tampan itu semakin merasa bersalah. 03-03-2017 (publish) 18-08-2020 (republish) Rank #107 - Manurios #37 - Wattpadromance #180 - tampan #486 - broken
All Rights Reserved
#44
wattpadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Kaka&Rara [Completed]
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • RAISEN
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Devilicya [END]
  • You Are Mine [Terbit]
  • ARJUNA
  • Hopeless
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines