We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Permata Putih

Permata Putih

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 29, 2018
WpInfo
Poetry
Permata Putih, indah bila kupandang ternoda bila kupegang ... Pesonanya yang tak pernah henti merayu aku untuk memilikinya terkadang membuatku berpikir berkali-kali "Apa aku pantas ?, Tidak apakah bila kusentuh ?, Apa jadinya jika ia retak oleh aku yang berangas ini ?." Semua sudah jelas aku mengagumimu yang jauh bukan yang dekat . . .
All Rights Reserved
#520
kisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selepas Senja Pergi
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • I'm Sorry. (END)
  • Mati Lebih Lama, Hidup Selamanya
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Cinta dan Takdir Rania [End]

Ardika dan Amira adalah dua orang yang bertemu di antara kebetulan-kebetulan kecil-sebuah kertas yang terbuang, sebuah sapaan sederhana di taman kampus. Tidak ada yang tahu bahwa pertemuan itu akan membawa mereka pada kisah yang lebih panjang dari sekadar percakapan ringan di bangku taman. Sampai Ardika akhirnya mengerti. Bahwa cinta tidak diukur dari seberapa lama seseorang tinggal, tapi dari bagaimana ia tetap hidup, bahkan setelah senja pergi. ... Di persimpangan jalan, Ardika berhenti. Menatap langit yang bersih tanpa awan, hanya bintang-bintang yang berkelip kecil, seolah mengamati langkahnya dari jauh. Ia tersenyum, lalu menutup matanya perlahan. "Cinta itu tidak menunggu untuk dimiliki," bisiknya kepada malam. "Ia hanya ingin dirayakan, meski pada akhirnya ia harus pergi." Sejenak ia diam, membiarkan hatinya yang bicara. "Aku menulis namamu di antara bintang-bintang, supaya aku tahu ke mana harus menatap ketika rindu. Aku bisikkan namamu kepada angin, supaya ia membawanya ke mana pun aku pergi. Aku simpan suaramu dalam detak jantungku, supaya aku bisa mendengarmu. Dan aku akan selalu mencintaimu, seperti angin mencintai laut, seperti malam mencintai bintang, tanpa perlu bertanya kapan harus berhenti, bahkan Selepas Senja Pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines