غلاف قصة Just One Day بقلم asakiyoomi
Just One Day
  • WpView
    مقروء 2,568
  • WpVote
    صوت 199
  • WpPart
    فصول 10
  • WpView
    مقروء 2,568
  • WpVote
    صوت 199
  • WpPart
    فصول 10
مستمرّة، تم نشرها في مارس ٠٣, ٢٠١٧
[END] "Aku akan mengutuk diriku sendiri, jika benar aku sekarang mulai menyukainya.
.
.
.
.
"Apakah aku sudah mulai menyukainya?"


"Aghhhhh, sepertinya begitu"

Book pertama. Banyak typo atau apa lah itu, ini book dibikin pas umur saya masih 15 tahun. Mohon di maklumi, dan saya malas untuk revisi. Terima kasih 👍
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف Just One Day إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#71sabrina
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
ANDINI (SUDAH TERBIT NOVEL CETAKNYA) بقلم SantyDiliana
42 فصل مكتمِلة للبالغين
::Telah terbit dalam versi novel cetak:: Beberapa part dihapus untuk kepentingan penerbitan. Rank #2 in #romance (13 Mei 2018) #3 in #romance (9 Mei 2018) 🍁🍁🍁 "Kamu yakin mau nikah sama saya?" Pertanyaan Gilang membuat Andini nyaris menyemburkan es jeruk yang baru saja ia teguk. "Nggak pake basa basi banget ya?" protes Andini. "Lah, tadi katanya mau ada kelas lima belas menit lagi?" Gilang menjawab dengan santai. "Saya nurut ayah saya saja." "Artinya kamu mau nikah sama saya kalau ayah kamu nyuruh begitu?" Andini mengangkat kedua bahunya sembari menyeruput es jeruknya dengan sedotan. "Insyaallah keputusan ayah adalah yang terbaik buat saya," lanjutnya. "Tapi saya nggak cinta tuh sama kamu." "Sama, saya juga kok." "Saya cintanya sama orang lain. Gimana dong?" "Ya kenapa Mas nggak nikah saja sama orang itu?" "Orangnya nggak mau saya nikahin." "Wah, kasihan dong Mas." Gilang tertawa. Antara kesal, namun juga kagum karena gadis di hadapannya bisa segera mengimbanginya. "Lebih kasian mana sama kamu? Disuruh nikah sama laki-laki yang cintanya ke orang lain?" Andini mendengus. Laki-laki ini memang benar-benar menyebalkan. "Segala kemungkinan bisa terjadi. Siapa tahu nanti Mas bakal jatuh cinta setengah mati sama saya." Andini sengaja memasang espresi ter-angkuh yang bisa ia persembahkan pada lelaki di depannya. "Oh ya? Saya nggak janji ya," cibir Gilang. "Saya juga nggak minta mas janji sama saya kok. Janjinya sama ayah saya saja." Andini menyeruput es jeruknya hingga tandas. 🍁🍁🍁 (Gilang, 29 tahun, pegawai BUMN pelabuhan.) (Andini, 20 tahun, mahasiswi fakultas ekonomi.) ??? Copyrights ©2018 by Santy Diliana Ilustrasi Cover By : Vilsmeier Telah terbit novel cetak dan e book di google playstore.