Terbiasa bersamamu

Terbiasa bersamamu

  • WpView
    Reads 1,655
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 21, 2018
-When love comming in our activity- Menikah dengan orang yang baru dikenal sepertinya tidak mudah bagi seorang kinanti. Apalagi dengan segala yang ia miliki saat ini, jabatan, harta, dan keluarga bahagia sepertinya tidak ada yang salah darinya. Tapi kedua orang tuanya sudah lebih dekat dengan keluarga suaminya bahkan pada saat pertama kali bertemu, membuat kinan serba salah disisi lain ia ingin melihat orang tuannya bahagia dengan cara menikah namun disisi lain ia juga tidak bisa menikah dengan lelaki asing ini, kinan berfikir apakah lelaki ini akan baik terhadapnya atau malah sebaliknya. Tapi ternyata semua berbeda karena saat mereka berdua tinggal di satu atap yang sama dengan segala keributan dan percakapan yang mereka ciptakan berhari hari tak urung membuat keduanya menyimpan perasaan satu sama lain. Apakah mereka akan menyatakan perasaannya? Atau mereka menemukan tambatan hati masing masing yang membuat mereka melupakan perasaannya, karena pernikahan mereka bukan merupakan pernikahan yang dikehendaki. -storybymillamillo
All Rights Reserved
#27
fated
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • GEEK PLAY LOVE
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • Love Cologne
  • CINTA TAK BISA BIASA
  • Satu Senja Terlambat
  • Q U A L M

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines