Bulan Tanpa Bintang

Bulan Tanpa Bintang

  • WpView
    Membaca 395
  • WpVote
    Vote 24
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 26, 2017
Ketika seseorang datang dalam hidupku. Mewarnai hari hariku. Membuatku bahagia dengan segala lelucon dan tingkah kocaknya. Namun, saat seseorang yang melengkapi hidupku pergi. Hidupku terasa sunyi. Seperti ku sendiri dalam gelap. Seperti hanya ada hitam dalam lukisan. Seperti kisah Bulan Tanpa Bintang. Tapi apakah yang ku rasakan selama ini? Siapakah aku bagi dirinya? Apakah dia pernah merindukanku? Ataukah hanya aku yang merasakan tenggelam dalam lautan rindu?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#100
sahabatsejati
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Titik Yang Benar
  • BULAN (END)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Let him go...
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan