Aku dan Resahku

Aku dan Resahku

  • WpView
    Membaca 7,772
  • WpVote
    Vote 207
  • WpPart
    Bab 51
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 10, 2021
Tidak sekuat karang yang mampu tetap bertahan walaupun diterpa ombak terus menerus. Tapi, juga bukan seorang perenang hebat, hingga tidak mungkin sanggup berlari saat ombak terus mengejar. Hanyalah seseorang, dengan segala yang dikaruniakan-Nya. Memiliki tugas untuk berusaha, keras, semampunya. Segala apapun pasti ada akhir yang sudah dipersiapkan tanpa harus bersusah berpikir akan jadi seperti apa. Cukup tahu dan percaya, tidaklah pernah ditinggalkan sendiri. Tidak akan ada ombak yang lebih besar diciptakan untuk menghancurkan karang, selain untuk mengajari karang agar tetap kuat. Kumpulan keresesahan hati berupa puisi dan quotes.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
mellow
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • langit biru
  • Cinta Dua Waktu
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • pengendali hati
  • SETULUS CINTA LUNA (END)
  • ALGARES [Hiatus]
  • Yang Tidak Terucapkan
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • Setulus Cinta Salma
  • ILALANG

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan