We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Flat
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Tagsflat
Kutatap sekelilingku, wajah-wajah mereka datar tanpa ada sedikit lengkungan dibibirnya. Mereka tidak cemberut, mereka juga tidak tersenyum. Bahkan ketika saling sapa menyapa mereka hanya mengangkat tangan mereka lalu mengarahkannya pada orang yang ingin di sapa , mereka menyebutnya shay. Atau ketika mereka sedang senang mereka hanya melompat-lompat sambil mengangkat tangan, dan ketika marah mereka hanya mengepalkan tangan atau memeluk suatu benda dengan erat. Mereka tak pernah tertawa,bercanda, atau melakukan hal semacam itu. Namun , mereka tetap menangis seperti layaknya orang normal.., dan aku hidup diantara mereka semua..
All Rights Reserved
#742
flat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • MY CICI [END]
  • Luka Atinn...
  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • Not Me & Not Mine
  • Disguise... [END]

Dear... Nadin(Bidadariku) "sungguh ironis padahal ramai kota ini, rindu yang menjelma menjadi fatamorgana. terbayang manis senyummu yang jauh di sana... Jika siang tak kau dapati mentari cerah, sebab awan mendung jadi penghalang. Jika malam ini tak kau dapati terang nya rembulan malam, sebab dirimu tak ada di sampingku... Ini adalah surat terakhir yang kan kau dapati, tak ada lagi surat yang akan menghampiri, sebab dirimu telah termiliki... walau pun begitu, aku tetap mencintai mu, mengagumi mu, di dalam diamku, karena di hati dan di mataku cuma ada kamu, wahai bidadariku... maaf aku tak berani memperlihatkan diri, karena diriku bukan lah lelaki sejati, yang berani mengungkap diri demi wanita yang di cintai... aku hanyalah manusia yang lemah yang ingin di cintai, bukan dari pandangan atas sampai bawah, tapi dari hati ke hati... Do'a ku untuk mu semoga pilihanmu adalah pilihan terbaik untukmu, jangan fikirkan aku, berbahagialah dengannya. From. *Anonymously* (Nadin membaca surat tersebut, hingga meneteskan air mata, dan bertanya-tanya, siapa kah lelaki ini) "Kadang Cinta tak harus memiliki, apa yang kita inginkan Belum tentu harus kita dapatkan, cinta dalam diam lah yang menjadi pilihanku, bukan tak mau tuk mengungkapkan, tapi sudah tidak ada kesempatan tuk diungkapkan, karena dia sudah termiliki. Ya sudahlah semoga rasa sakit dan rindu ini menjadi suatu kenikmatan yang kurasakan. Mungkin, sampai detik ini kamu pasti masih bertanya-tanya siapa lelaki yang mengirimkan surat kepadamu, siapa "anonymously" itu,yang menuliskan kata-kata syair bersajak yang menggambarkan keindahan dirimu,memberikan semangat di dalam setiap awal hari mu, tapi tenanglah kamu tidak akan menemukannya, walaupun aku berkata jujur kepadamu percuma saja kamu tak akan percaya, dan itu tak akan merubah keadaan. ( isi fikiran Reza yang sedang berdiri menghadap pantai, dan menatap langit senja) Bagaimana kisah cinta reza si anonymously? cekidot... 😁😁😁😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines