Too Good to Say Goodbye

Too Good to Say Goodbye

  • WpView
    Reads 710
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 25, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Mengenalmu, berada didekatmu, menjagamu, ada disetiap tangis dan tawamu, membuatku merasa aku adalah manusia paling beruntung dan paling bahagia. Sosok mu seolah menggantikan peran seorang ayah bagiku. Tatapmu seolah mengajakku untuk selalu berada disampingmu. Senyummu "seolah" membuatku melupakan hal yang seharusnya tidak kulupakan. Seharusnya aku tidak lupa bahwa kau bisa saja hanya sementara. Bila saja kala itu aku sadar. Aku menyesal mengenalmu. Namun, salahkah aku bila aku ingin tetap berada disisi mu ? Aku kehilangan keluargaku. Aku kehilangan temanku. Aku kehilangan sahabatku. Jangan buat aku kehilangan diriku, karena aku kehilanganmu. Karena kamu adalah aku.
All Rights Reserved
#96
justwriteit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • ATHALARIQ
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • Stand By Me
  • Letha
  • Pacarku Misterius [HIATUS]
  • [Bukan] Cinta Pertama

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines