nafsu birahi

nafsu birahi

  • WpView
    Reads 900
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2017
Seusai ganas aku puas dengan masa yang lamban datang, Bercumbu lidah menari dengan pesona gairah karbitan, Bukan ibarat rada gila ,pecah telinga mendengar sanjungan belang sikebanggaan, ampun anggun tapi menjijikan. Siang tadi riang deras hujan, Sekarang malam sunyi membingungkan Ada apa dengan si teman Tidur tegang mata melek merangsang. AKu Ingatkan ini bukan yang pertama kali Adalah kesekian kali walau tak semesti yang lain kali . Aku akui aku lahir dari sini ,sebab itu Aku menjelma sebagai pelayan untuk yang kedua kali Dan hari ini aku hadir dengan lidah propesi yang boleh jadi , pun tak cukup sampai disini ,aku janjikan esok hari aku hadir sebagai rindu birahi yang tertinggi . Hihihi , kamu jangan salah mengerti Itu adalah sebuah kerendahan hati yang termotivasi untuk bercumbu dengan tarian lidah yang lebih buas lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nalalira
  • Catatan Kecilku
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • We Found Another Love [Completed]
  • • EUTANASIA •
  • Printemps
  • Kisah {Complete}
Nalalira

(Complete) "Tanpa lo jelaskan, gue sudah tau bagaimana akhirnya. Gue akan selamanya jaga raga lo tanpa pernah sekalipun punya kesempatan buat jaga hati lo. Dari awal gue yang melangkah lebih jauh dari seharusnya. Jadi saat gue benar-benar melewati batas, gue yang harus tanggung risikonya." -Nala "Jangan bikin gue nyaman, karena lo nggak pernah tau kapan gue bisa tiba-tiba hilang. Gue nggak mau lo kesakitan. Gue nggak pernah mau menyia-nyiakan karena gue pernah berkali-kali kehilangan. Dan saat gue bertemu dengan lo, lo justru bikin gue semakin takut untuk kehilangan yang kesekian." -Lira "Gue orangnya kaku, kata orang sih begitu. Lebih sering seperti batu, keras, dingin dan nggak tersentuh. Tapi asal lo tau, semenjak bertemu dengan lo, gue nggak tau lagi bagaimana menjadi nggak nggak tersentuh. Karena saat lo jauhpun gue merasa lo tetap di samping gue, menyentuh bagian paling dalam dari diri gue." -Sean "Sebelum ketemu lo, mimpi gue cuma satu, jadi musisi hebat kayak kedua orang tua gue. Bisa menghasilkan duit sendiri dan belajar untuk hidup mandiri. Setelah ketemu lo, mimpi gue berubah. Dunia gue jungkir balik. Selama lo di atas bumi, gue rela melepas semua karier yang gue bangun dari belia. Pada akhirnya, lo lah mimpi gue." -Maya

More details
WpActionLinkContent Guidelines