Move On

Move On

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2017
Tidak semua hal dapat dimiliki. Tidak semua hal harus direlakan dan dilepaskan. Perjuangkan apa yang patut diperjuangkan dan relakan yang harus dilepas. Ketika apa yang sudah dimiliki ternyata hanya sebuah titipan. Maka relakanlah ketika kembali kepada sang pemilik yang sebenarnya. ☆☆☆☆☆☆ Ini bukan hanya sekedar kisah cinta. Tapi lebih dari itu. Cinta bukan segalanya. Ada yang lebih berharga dari itu. Bukan cinta yang tidak pernah salah memilih. Tapi Tuhan yang tidak pernah salah menempatkan cinta. ☆☆☆☆☆☆ Cinta sewajarnya. Mengasihi dan menyayangi semampunya. Karena tidak ada yang abadi. Maka jadikan kenangan yang menghidupkannya. Untuk survive dari keterpurukan. -TW-
All Rights Reserved
#617
php
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Sekian Kalinya [END]
  • Rasa Yang Hilang
  • Vera Life Story [Completed]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • FIZYA
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  •  ANATHA
  • UNREQUITED LOVE

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines