We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Second Chance

Second Chance

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 5, 2017
WpInfo
Fiction
Horror
Selalu ada momen dimana bersyukur saja sulit. Walaupun segalanya sudah dimiliki. Ada dan selalu akan ada kurang, tidak pernah sama dengan orang lain. Terutama, tidak pernah bisa memiliki seorang yang disayangi sesuai dengan mimpi-mimpi indah. Perjalanan dan pencarian itu selalu berliku dan tak pernah dalam satu arah. Pada akhirnya selalu tersesat dan sulit kembali. Semua manusia pasti akan bertanya-tanya, apakah masih bisa kembali?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • stranger
  • Masih Adakah Aku Dihatimu?? ~END~
  • My Flat Husband
  • Always Be With You
  • Always Back To You | Nathan Noel Tjoe A On
  • Another Me
  • NaNaNa
  • SasuHina - Daisuki Dakara
  • Antara Nyata Dan Ilusi
stranger

Kadang aku bertanya... kenapa seseorang bisa datang begitu indah, lalu pergi begitu tiba-tiba? Kamu pernah ada di sini- di setiap sudut hariku, di sela tawa, di ujung malam, bahkan di detak detak paling pelan hatiku. Kamu pernah jadi alasan kenapa aku percaya bahwa cinta bisa sesederhana saling menunggu dan menyapa. Tapi sekarang... kamu hanya jadi nama yang kutahan di tenggorokan setiap kali aku hampir menyebutmu. Lucunya, semuanya masih terasa hidup. Tempat kita pernah duduk bareng, lagu yang dulu kita nyanyiin bareng, bahkan bunga pertama darimu... masih tersimpan rapi, seakan aku masih menunggumu kembali menjemput waktu yang tertinggal. Aku tahu, kamu mungkin sudah jauh melangkah, mungkin sudah menggenggam tangan yang lain, mungkin sudah melupakan segalanya yang menurutku... tak mungkin dilupakan. Tapi aku? Aku stuck. Bukan karena aku tak ingin pergi, tapi karena hatiku masih berdiri di tempat kamu meninggalkannya. Aku bukan menunggumu kembali. Aku hanya belum tahu, bagaimana caranya berjalan... tanpa membawa kamu dalam setiap langkahku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines