We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SPOTLIGHT

SPOTLIGHT

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 6, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa yang tidak kenal dengan nama keluarga GRINSKY ? Pengusaha terkaya nomor 2 di amerika. mengelola sebuah pabrik coklat besar, beberapa mall-mall favorit di negaranya, bahkan mereka memiliki sebuah pabrik roti sandwich yang kini dibuat sebuah restoran khusus makanan-roti, oh jelas sekali lezatnya tidak seperti roti roti biasa. Anak-anak keluarga grinsky juga begitu tampan dan cantik, reputasi mereka cukup bagus, berprestasi. namun yang menjadi satu masalah adalah sang kepala keluarga grinsky diutuskan membangun sebuah bisnis di jepang, mau tidak mau, istri dan anak anak nya harus mengikuti ayah nya untuk pindah ke negara itu, Entah sampai kapan, yang jelas mengelola sebuah bisnis dengan tahap awal di sebuah negara baru bukanlah dalam waktu cepat dan singkat. Mereka, si kembar bungsu dari keluarga grinsky, merasa kesal harus meinggalkan tempat tinggal mereka yang begitu indah. kedua orang tuanya memutuskan mereka melanjutkan sekolah nya disana, tentu saja bukan sekolah biasa, sekolah berbasis internasional yang notabene nya sekolah para bangsawan luar negeri maupun dalam negeri. Akankah mereka nyaman dengan kediaman mereka yang baru ini ?
All Rights Reserved
#42
schoolday
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • Baby Jungwon With HeeJaSuKe
  • Irene's Mission!
  • Rumah Penuh Cerita
  • Multilingual Love
  • Gemini Complex
  • Perihal Sandwich(End)

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines