We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Penantian Berharga

Penantian Berharga

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 6, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Indah, bukan?" "Tidak lebih indah darimu." "Gombal." "Tapi suka, kan?" "Enggak, jelek!" "Terus kenapa senyum-senyum?" "Gombal kamu garing." "Loh?" "Garingnya aku suka, gombalnya enggak." "Aneh." "Tapi cinta, kan?" Aku tersenyum. Begitupun ia. Di dalam mobil berwarna putih, di bawah cahaya jingga Senja yang menjadi saksi bisu dan deburan ombak merangsang gendang telinga untuk terus mendengarnya, we're kissed. --- Tentang dia yang kerap bersatu dengan kesendirian. Menceritakan pilu bersama alam yang ternyata mendengarkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bidadari Terakhir
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • S For S
  • ReSe
  • Mamahku Guruku
  • Senja
  • REGATHAN [END]
  • KAMU YANG KUSEBUT RUMAH (END-MASIH LENGKAP)

"Kakak suka senja?" Adzra kembali mengalihkan pandangan kearah sinar jingga, mengembang senyum. "Kakak tau apa keistimewaan senja? Senja itu, walau hanya hadir sesaat, namun mampu menghipnotis banyak orang. Cahayanya merona, terlihat sangat indah, kedatangannya ditunggu-tunggu, kepergiannya dirindukan. Istimewa bukan?" Gadis itu antusias bermonolog sendiri, meski orang disampingnya enggan berkata, tak membuatnya goyah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines