Jari-Jemari Menari

Jari-Jemari Menari

  • WpView
    Reads 1,614
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2020
Aku bilang berhenti bergerak dan lekas tidur! Tetapi jemariku tak mau tahu Dia terus saja menari-nari di atas layar Supaya rangkaian aksara tidak jadi pudar Aku hendak memejam! Tetapi pikiran-pikiran itu terus merajam Dia minta dituangkan Supaya bisa kekal dan tidak hilang Ya sudah aku mengalah Ini hanyalah sebuah aksara Yang aku sendiri tidak tahu seberapa besar kekuatannya Atau mungkin tidak akan memiliki dampak apa-apa Jangan dipikir terlalu dalam Karena sebagian besar memang tidak ada maknanya Jangan tersinggung Karena ini tidak ditujukan untuk menyerang siapapun Sudah. Begitu saja. Selamat membaca, ya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Diksi Dalam Sepi
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • {PERKATA} Selesai
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Goresan Tinta
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • Indonesian Poetry

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines