Flower
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2017
Gadis SMA yang ceria, Bunga. Dia yakin bahwa cinta akan selalu membuatnya bahagia, seperti cinta tulus ibunya yang selalu membuatnya sangat bahagia setiap saat. Namun, setelah dia mengenal rasanya jatuh cinta pada seorang pria kakak kelasnya. Radit. Definisi cinta yang Bunga tau dari yang dia dapatkan dari ibunya yang selalu dia banggakan dalam hatinnya, ternyata sangat berbeda. Bukan hanya kebahagian, terluka pun ada diantaranya. *Nikmati dan kutunggu votenya*
All Rights Reserved
#87
flower
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • Too Much Love
  • Won't Stop, Don't Stop ✔
  • AUTUMN SERIES ✔
  • The Fallen Stars || BNHA x fem!OC
  • All About Shoyo
  • FLOWER [COMPLETE]
  • Light Of Love (YIZHAN)✅
  • GRADIOLA ( END )

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines