Nakhoda Kapalku

Nakhoda Kapalku

  • WpView
    Reads 963
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2017
WpInfo
Fiction
Social Themes
Aku melihat ke sekeliling dengan teropong yang diberikan oleh orang tuaku. Sesekali ku lirik peta yang terkembang dan ku baca dengan sangat baik. Dimana sekarang aku berada? Entahlah. Seketika hatiku bersedih dan mutiara mataku tumpah tak terbendung. Aku khawatir. Sangat khawatir. Aku merasa telah jauh berlayar. Tapi, pelabuhan yang aku tuju tak kunjung tampak. Allah.. Dimana pelabuhan itu? Ditengah samudera yang luas dan kelam, hujan turun disertai badai yang sangat kencang. Kapalku oleng dan tak terkendali. Aku panik tapi berusaha tetap tenang. Aku yakin pertolongan Allah akan datang padaku. Di tengah kegundahan hati ini yang sedang berada di samudra tak tau titik koordinatnya, kembali ku raih peta yang berada di atas meja bundar di tengah ruangan. Ku baca kembali dengan teliti dan benar untuk menemukan di titik mana aku berada? Aku merenung sejenak. Akhirnya aku menemukan di peta tersebut jawabannya. Alhamdulillah. Pelabuhan itu hampir dekat. Aku yakin bahwa badai ini akan segera selesai. Dengan semangat dan rasa penasaran yang menggebu ingin mengetahui seperti apa pelabuhan itu. Bagaimana daratan di sana? Dalam hati aku berharap sangat bahwa pelabuhan yang ku pilih ini adalah pelabuhan yang benar. Pelabuhan yang dipilihkan Allah untukku. Semoga aku pantas menginjakkan kaki di pelabuhan yang suci ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhwan [SELESAI]
  •  Empathy (On-Going)
  • Suami Pilihan Abi |TAMAT|
  • Livends Journey
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Zidan With Syakira
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Al Fahri

Teenfict-Romance-Religi ⚠BAPER STORY⚠ Namanya Ikhwan. Laki-laki itu berbeda, selalu terlihat sangat sederhana dan tidak banyak gaya seperti remaja zaman sekarang pada umumnya. Aku pikir dia orang yang aneh. Tidak pernah menatap perempuan. Tidak pernah menyentuh perempuan. Sampai aku mengira sepertinya dia takut dengan perempuan. Awalnya aku tidak perduli dengan semua keanehan itu. Dia memang sudah sering di cap aneh. Karena tidak jarang ia berjalan menyusuri koridor dan naik turun tangga sekolah dengan mulut berkomat-kamit sambil memainkan jemarinya. Tapi lambat laun, aku mulai mengerti. Sedikit demi sedikit, aku tahu alasan dibalik setiap sikap anehnya. Semakin mendekat, aku tau apa yang dia gumamkan. Dan sejak saat itu, aku mulai mengaguminya. *** Allah memiliki caranya sendiri dalam mempertemukan apa yang memang sudah seharusnya menjadi milik kita. Cukup percaya dan berdoa kepada-Nya. Sungguh, hanya Dia yang paling mengetahui apa yang baik untuk kita. *** Bukan hanya cinta-cintaan. Insya Allah bacaan ini bermanfaat. Tolong baca dulu beberapa part :) Copyright©2019 Adelia NR Dibuat... -12 Maret 2019 Selesai -19 Mei 2019 OPEN PO 8 Juni - 22 Juni Republish -23 April 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines